Bekal Menuju Akhirat
Rasulullah saw pernah bersabda kepada Abu Dzar Al-Ghifari , “Wahai Abu Dzar, perbaharuilah perahumu, karena lautan itu sangat dalam; Carilah perbekalan yang lengkap, karena perjalanan itu sangat jauh; kurangilah beban, karena rintangan itu amatlah sulit diatasi; dan ikhlaslah dalam beramal, karena yang meilai baik dan buruk adalah dzat yang Maha Melihat.
Diserupakannya akhirat dengan lautan yang dalam, perjalanan yang jauh, dan rintangan yang sangat sulit untuk diatas, karena banyaknya kesulitan dan rintangan yang mesti dilewati untuk bisa sampai kepada kebahagiaan akhirat.
Abu Sulaiman ad-Darani berkata : “Beruntunglah orang yang dalam hidupnya benar-benar hanya mengharap ridho Allah.”
Ucapan Ad-Darani ini mengacu pada sabda Nabi saw yang ditujukan kepada Muadz ra : “Ikhlaskan niat, niscaya engkau akan menerima balasan amalmu meskipun amalmu itu sedikit.”
Seorang penyair berkata :
Manusia wajib bertaubat
namun meninggalkan dosa itu lebih wajib lagi
Sabar dalam menghadapi musibah itu sulit
namun hilangnya pahala sabar itu lebih sulit lagi
Perubahan zaman itu memang sesuatu yang aneh
namun kelalaian manusia lebih aneh lagi
Peristiwa yang akan datang terkadang terasa dekat
namun kematian itu lebih dekat lagi